Popular Tags

Live from Twitter

Pongah Dua

Saya manusia, dan Anda pun, selama Anda mampu membaca tulisan ini, saya asumsikan adalah manusia juga. Dus, Anda dan saya rentan terhadap kesalahan, kebodohan dan kepongahan. Ya, bukan saya bila saya bicara berat di sini, melulu kedokteran tidaklah menyenangkan pula. Saya mahasiswa kedokteran, mungkin juga Anda, jadi, mungkin Anda akan (atau sudah) mengalami cerita bodoh, atau memalukan, yang mungkin kadang menjadi keterlaluan.

Cerita ini bukan tentang saya, atau mungkin tentang saya..hanya saya saja manusia yang tahu :p

–oooOooo–

Malam sudah lewat larut ketika seorang ibu (I) datang ke kamar jaga, ia mengintip tanpa suara ke dalam kamar jaga. Semua orang terlelap, atau mungkin berpura terlelap. Rasa tidak enaknya beradu dengan nalurinya sebagai ibu yang tidak tega melihat anaknya kelaparan tengah malam. Ia memberanikan diri mengetuk pintu.

02.00 AM

I: Dokter..dokter..

Mahasiswa Kedokteran (M): Berpura terlelap (Yaiyalah, ini jam DUA pagi dan besok saya harus maju presentasi!!)

I: Dokter..

M: Bergeming (tanpa “tak”)

Si Ibu lalu mencoba masuk tanpa suara, dan menepuk kaki si mahasiswa kedokteran,

I: Dokter..

M: (HEUH!) ya bu? (Tiba-tiba bangun dengan segar, tanpa terlihat seperti baru saja tidur), ada apa?

I: Anak saya lapar sekali dokter, saya hanya punya nasi sayur yang tadi tidak jadi saya makan. Boleh saya berikan pada anak saya dokter?

M: Anak ibu sakit apa siiiihh?

I: Pasien nomor 6 dokter. Kata dokter tadi dia tipes dok.

M: Oh, yang itu (sebenarnya lupa). Yasudah, baguslah bu, ada sayurnya kan? Supaya mudah dicernanya.

I: Benar ndak papa dokter?

M: Iya iya.

I: Terima kasih dokter, terima kasih sekali dokter, terima kasih, maaf mengganggu tidur dokter.

M: Ya ya ya. (Langsung tidur lagi)

08.00 AM

Pagi itu visite bangsal oleh dokter ahli penyakit anak (SpA), si mahasiswa sudah siap menyambut dan melaporkan pasien.

Kamar 6

M: Kami hadapkan pasien laki-laki usia 7 tahun, dengan keluhan demam yang naik perlahan selama 11 hari dokter. Kami assess sebagai Observasi Febris hari ke 11 oleh karena curiga Demam Typhoid dokter.

SpA: Tanda gejalanya khas?

M: Iya dokter. Tubek TF-nya juga indikatif dokter.

SpA: Baiklah. Ibu, anak ibu sakit tipes ya bu. Ada keluhan tidak hari ini?

I: Hmm..

SpA: Ada tidak bu?

I: Maaf dokter, maaf sekali dokter, maaf, sebenarnya sudah membaik dokter, tapi sejak pagi tadi dia mengeluh perutnya sakit sekali dokter.

SpA: Lho, diberi makan apa?

I: Maaf dokter, maaf, tadi pagi anak saya lapar sekali katanya, jadi saya beri makan.

SpA: Ya iya ibu, ibu beri makan apa?

I: Maaf dokter, salah saya, saya beri nasi dengan sayur singkong dokter.

SpA: Lho, tipes kok diberi sayur, yang memberi tahu siapa itu?

I: Maaf dokter, salah saya, saya tidak tahu, jadi saya berikan saja dokter.

SpA: Bukan koas-nya kan yang memberi tahu?

I: Maaf dokter, salah saya saja dokter.

SpA: Yasudah, jangan diulangi lagi ya ibu. Nanti kami usahakan yang terbaik, namun hanya bisa berhasil apabila ibu juga turut membantu.

I: Baik dokter, terima kasih dokter, terima kasih sekali.

SpA: Ya ya ya, yasudah lanjut.

Entahlah..ini kah kepongahan yang telah meresap?

1 comment to Pongah Dua

  • baiiiikk bgt ibu-ibunya. jarang bgt kn ada org ky gini (bercermin pd diri sendiri xp).

    bersyukurlah tu si koas-nya, masih dimudahkan (atw masih diperingatkan untuk tidak soktauu).
    tp besok-besok..who will know?

    yahh, cuma bisa bdoa..smoga nantinya ga jadi koas seperti ituu.. Amin.

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>